Friday, July 22, 2011

Google Plus: Kalahkan Facebook?

Persaingan di dunia maya bakalan makin rame aja. Mei lalu, Google meluncurkan produk terbarunya, yaitu Google Plus (sering juga ditulis Google+ ataupun G+). Disebut-sebut, jejaring sosial ini akan menjadi Facebook killer, alias saingan terberat dari Facebook. Lalu, bagaimana keadaan aslinya di lapangan? 

Alhamdulillah, saya cukup beruntung untuk mendapatkan undangan langsung dari google plus setelah mengajukan diri untuk mengikuti proyek google plus (meskipun sebenernya saya juga masih ga ngapa-ngapain kecuali melaporkan satu kasus bug doang, hehehehe :D). Jadi apa sih yang spesial? Google sendiri mengumumkan setidaknya 5 fitur andalan google+, yaitu circle (lingkaran), hangouts (nongkrong), huddle (kumpul-kumpul *ini bukan terjemahan resminya), sparks (percikan *sekali lagi, tidak resmi) dan instant upload (unggah cepat). Apakah mereka itu?
gambar dari sini

Circle atau lingkaran adalah "sistem pertemanan" di Google+. Mirip dengan follow-nya twitter, jika anda memasukkan seseorang dalam lingkaran anda, belum tentu orang itu akan memasukkan anda ke dalam lingkarannya. Namun yang berbeda dengan follow twitter, anda memiliki beberapa lingkaran tergantung hubungan anda dengan orang tersebut. ada lingkaran keluarga, teman, kenalan, mengikuti dan banyak lagi sesuai keinginan anda. 

Hangouts dan huddle, adalah sistem chat di Google+, di samping google+ chat yang formatnya mirip (dan sepertinya memang) gTalk di Gmail. Hangouts merupakan chat dengan audio dan video (hingga 10 orang maksimal) dan huddle merupakan chat grup versi Google+.

Dan untuk dua fitur lainnya, sparks merupakan update terbaru tentang hal-hal yang kita sukai dan dan instant upload adalah fitur unggah foto otomatis langsung dari kamera smart phone. 

Tentunya selain lima fitur tersebut, ada beberapa hal spesial dari Google+. Misalnya untuk sistem posting. Di Google+ hanya ada satu jenis "cara" berkomunikasi dengan pengguna lain (diluar chat), yaitu posting yang akan muncul di Stream (bentuknya kurang lebih seperti update status Facebook ataupun Twitter). Padahal di Facebok, misalnya, setidaknya ada tiga jenis, yaitu wall post, status dan message. Di twitter ada 2, yaitu Tweet dan Direct Message. Lantas apakah semua posting di Google+ akan diperlakukan sama saja? Google+ memiliki cara sendiri, yaitu dengan memberikan opsi bagaimana sebuah pos dibagikan. Sebuah pos bisa saja hanya dapat dilihat 1 orang, beberapa orang, orang dalam lingkaran tertentu, dilihat publik dan sebagainya, sehingga pos di Google+ dapat bertindak baik sebagai pesan pribadi, pesan grup ataupun pesan umum. Disamping itu, pos Google+ dapat diberikan formatting seperti bold, italic dan strike, "mention" seseorang dalam post, sharing lokasi, dan yang tak kalah penting, pos yang telah di terbitkan bisa di edit.

Salah satu fitur unik lainnya adalah notifikasinya. Notifikasi Google+ dapat dilihat dari hampir semua layanan Google lainnya, seperti Gmail, Google Search, GMaps, Google Reader dan sebagainya. Selain itu, anda bisa juga melakukan beberapa hal lainnya pada notifikasi tersebut. Misalnya, pos anda dikomentari dan anda sedang membuka halaman Google Search. Anda cukup langsung membuka dropdown notifikasi di kanan atas dan bisa langsung memberikan komentar tambahan ataupun memberi +1 tanpa perlu membuka halaman Google+ lagi! Ataupun jika ada notifikasi seseorang menambahkan anda ke dalam lingkarannya, anda pun dapat langsung melakukan berbagai hal seperti menambahkan orang itu ke dalam lingkaran anda, mencekal (block) orang itu, dan lainnya langsung dari dropdown notifikasi.

Secara keseluruhan, kesan pertama yang saya dapatkan saat memakai Google+ cukup positif: sangat bersih, simpel dan dapat dikatakan elegan. Apakah Google+ dapat mengalahkan Facebook? Mungkin ya dan mungkin tidak. Kemunculan Google+ sekarang jauh lebih baik daripada Google Buzz ataupun Google Wave. Hal ini dapat dilihat dari popularitasnya yang mulai menanjak. Coba saja tanyakan orang-orang di sekitar anda. Mereka kemungkinan besar lebih sering mendengar Google+ daripada Buzz ataupun Wave. Google+ masih menang dalam beberapa aspek, namun karena masih baru ia pun masih kalah dalam beberapa hal dibandingkan Facebook. Misalnya soal Mobile Version, Google+ masih sangat kurang terutama untuk handphone Java alias non-OS. Google+ Mobile Basic (versi untuk handphone Java) hanya bisa untuk memberikan pos, mengomentari, memberikan +1 dan melihat profil orang lain, tidak bisa untuk melakukan hal lainnya seperti unggah foto atau bahkan menambahkan seseorang ke lingkaran. Bandingkan dengan Facebook yang bahkan telah meluncurkan layanan Facebook Zero sejak lama.

Menurut saya pribadi, Google+ sangat mungkin mengalahkan Facebook, tentunya dengan peningkatan fitur, kompatibilitas dengan berbagai platform, dan juga peningkatan antarmuka agar lebih ramah pengguna. Google+ sendiri juga perlu lebih berintegrasi dengan semua (atau setidaknya sebagian besar) layanan google lainnya. Misalnya, dengan Gmail. Gmail, yang notabene salah satu layanan email terbesar, bisa jadi poin tambahan bagi Google+ jika diintegrasikan. Atau dengan Blogger, bisa menjadi poin lebih jika dibanding dengan Notes Facebook. Bisa juga dengan Google Docs, sehingga misalnya sebuah dokumen hanya bisa dilihat anggota lingkaran tertentu saja. Banyaknya layanan Google bisa membuat Google+ punya poin yang amat kuat dibandingkan Facebook, jika diintegrasikan.

Yah, mari kita lihat saja nanti :D

Monday, June 13, 2011

A Note For Axivic

Have you ever feel that things don't change around you, but in fact they change drastically? yeah, it is such an odd feeling, but actually it is nothing uncommon. Many people feel it. I, too, feel that kind of feeling on my graduation day.


Honestly Axivic, when the graduation ceremony taken place last Saturday, I didn't feel anything. Events went rapidly that day, the ceremony ended, we took lots of photos together, we did mushafahah and so on. When I went home, it was just like I take a special permission (inkus) and would go back to dorm and meet all of you guys. It was just like another day.

Yet, as the time ticks, I realized that I didn't take any special permission. I go home, I graduate. And that means, I'm not going to see you guys as usual. I was lonely. Goddamn lonely.

Yes, I didn't cry at the graduation ceremony, but I did cried alone when I went sleep on that Saturday night. Being with all of you in these last 3 years make me won't let you go. How could I let the ones who made me laugh, shared me jokes, gave me ideas, made up my day and taught me friendship go for a long time?

Still, even if it is hard, a farewell is needed. We have to take our own way to live on. We have to walk our own path. We have to reach our own destiny. What I can only say is, quoted from Owl City, I'll meet you there --someday, somewhere :)

Axivic Lunarismosinerati, we're always the best!

Sunday, October 17, 2010

Bangga Jadi Orang Indonesia!

Kemarin saya baru pulang dari Malaysia, habis ikut APICTA (Asia Pacific ICT Alliances) Award 2010 di KL. meskipun akhirnya saya menjadi nominee saja, saya mendapat pengalaman yang amat bagus: saya semakin bangga menjadi orang Indonesia.

kok bisa?
Setelah lomba, saya sempat mengunjungi central market, semacam pusat oleh-oleh murah di KL. Dan hebatnya, meskipun saya tengah di Malaysia, saya menemukan banyak sekali produk-produk kesenian Indonesia disana! Silahken ditinjau foto-fotonya

Wednesday, June 30, 2010

Sekejap mata memandang...

... itulah kata yang pas buat Kelas XI dan liburan ini. Kayaknya baru kemaren saya naik kelas XI, masuk ke kelas baru (oke, kelasnya aja, orangnya enggak. Berhubung saya terkena sebuah kutukan di insan cendekia yang bernama kelas biling yang Insya Allah akan bertahan selama 3 tahun sodara-sodara!), jadi koordinator OSIS, tes blok, libur lebaran, karya wisata, tes blok lagi, ngurus acara Sonic Linguistic dan iCare, lagi-lagi tes blok, ikutan olimpiade (yang akhirnya cuma sampe provinsi... nasib) dan seterusnya dan tau-tau saya sudah naik ke kelas 3! 

Saturday, March 20, 2010

EO itu....

capek! serius! namun kepuasannya membayar segala penat dan letihnya!

EO disini bukanlah suatu bagian dari proses pencernaan yang disebut defekasi (bahasa halusnya : B.A.B), namun singkatan dari event organizer, alias pengatur acara. yap, tanggal 20, 26-28 Februari yang telah-telah-telah lalu itu, OSIS sekolah saya mengadakan acara Sonic Linguistic 2010, yakni acara kompetisi antar sekolah menengah (tapi sekolah saya ga ikutan) di bidang sains, bahasa dan jurnalistik (untuk detailnya liat aja di blognya). Alhamdulillah, pesertanya kemaren cukup banyak (>50 sekolah kalo ga salah), kebanyakan dari Jabodetabek, meski ada juga yang datang dari kota-kota yang cukup jauh seperti Cilegon, Anyer dan bahkan Sragen, Jawa Tengah.

Saturday, January 2, 2010

Alay: Sebuah Fenomena Sosial

Ah, akhirnya saya bisa ngisi blog ini lagi... pertama-tama, saya ucapken Selamat Tahun Baru 2010 dan Tahun Baru Islam 1431, semoga tahun ini dapat dipergunaken dengan baik.

sebenernya udah cukup lama saya penasaran dengan fenomena sosial (oke, saya sok ahli sosiologi :P) di Indonesia yang disebut sebagai alay. saya pun mencari sedikit "contekan" dari mbah google tentang alay dan segala hal tentangnya. Sebelumnya saya minta maaf dulu bila tulisan saya ini (bisa jadi) membuat orang lain tersinggung. Saya tidak bermaksud mendiskreditkan orang tertentu dengan alay atau semacamnya. Tulisan ini dibuat dengan maksud ilmiah saja.

Alay secara etimologis merupakan singkatan dari anak layangan, maksudnya anak kampung(an). bagaimana ceritanya kata ini dipakai masih belum dapat saya ketahui. versi lain dari singkatan alay ini adalah alah lebay, anak layu dan masih ada beberapa versi lagi. namun memang yang paling populer di masyarakat adalah singkatan anak layangan.


Sunday, November 1, 2009

The First Go-International Post!

huh, at last, after one month i can get my reguler permission!
uh? what is it? regular permission is a permission to going out (for traveling, go shopping, going home if possible, etc.) from Insan Cendekia Campus which is given to the students every 2 weeks. in normal condition, i could get my permission 2 weeks ago, or October 18. but there was a LDK program 2 weeks ago, so the boys couldn't get their permission. Fortunately, i could get out 3 weeks ago to attend some events (eg the Jak-Japan Matsuri and Library Competition in Istora) so im not getting too bored in dormitory. hehhehee

well, maybe you're confused why do i use English in this post. my friends, they're the coordinators of Languange Division Of OSIS, are trying to make a deal with the Headmaster and Vice Headmaster of Dormitory; the deal is about language improvement in our school. Actually we have a specialized day to improve our language ability, The Language Day, every Thursday. At Language Day, you have to speak English or Arabic during the school time. But no one (okay, maybe almost no one) obey this rule.

My friends are trying to propose a deal to the Headmaster; if the language day program runs successfully, we can get our reguler permission time until 5 o'clock. FYI, before July 2009 the reguler time ends at 5 o'clock, it means you have to go back to the campus at 5 o'clock. But the headmaster make a new regulation that cut the time from 5 to 3 o'clock. But headmaster is quite witty, he said "okay, but if you fail I will cut the regular time to 12 o'clock". O MY GOSH! This is crazy. But if there's no craziness there's no airplanes, computers and relativity theory, isn't it? Thankfully the deal isn't yet a formal one, although the headmaster said that this deal will be discussed later in a formal meeting.

humpf... i hope the program will run well if the deal is settled....

P.S :

Though I can choose to use English or Arabic in the Language Day, NEVER ask me to write this post in Arabic! ok, at least for this time, hehehehe...

And note that there's no regulation that forbids me to use Bahasa Indonesia in this blog. This is just to improve my English skill.