Saturday, January 2, 2010

Alay: Sebuah Fenomena Sosial

Ah, akhirnya saya bisa ngisi blog ini lagi... pertama-tama, saya ucapken Selamat Tahun Baru 2010 dan Tahun Baru Islam 1431, semoga tahun ini dapat dipergunaken dengan baik.

sebenernya udah cukup lama saya penasaran dengan fenomena sosial (oke, saya sok ahli sosiologi :P) di Indonesia yang disebut sebagai alay. saya pun mencari sedikit "contekan" dari mbah google tentang alay dan segala hal tentangnya. Sebelumnya saya minta maaf dulu bila tulisan saya ini (bisa jadi) membuat orang lain tersinggung. Saya tidak bermaksud mendiskreditkan orang tertentu dengan alay atau semacamnya. Tulisan ini dibuat dengan maksud ilmiah saja.

Alay secara etimologis merupakan singkatan dari anak layangan, maksudnya anak kampung(an). bagaimana ceritanya kata ini dipakai masih belum dapat saya ketahui. versi lain dari singkatan alay ini adalah alah lebay, anak layu dan masih ada beberapa versi lagi. namun memang yang paling populer di masyarakat adalah singkatan anak layangan.





Updated!

setelah berkeliling lewat mbah gugel, secara tidak sengaja saya menemukan definisi alay oleh para sosiolog Indonesia di kaskus. cuman saya ga bisa pastiin ini definisi asli dari orangnya atau ga... hehehehehe :D

Koentjara Ningrat:

"Alay adalah gejala yang dialami pemuda-pemudi Indonesia, yang ingin diakui statusnya diantara teman-temannya. Gejala ini akan mengubah gaya tulisan, dan gaya berpakain, sekaligus meningkatkan kenarsisan, yang cukup mengganggu masyarakat dunia maya (baca: Pengguna internet sejati, kayak blogger dan kaskuser). Diharapkan Sifat ini segera hilang, jika tidak akan mengganggu masyarakat sekitar"

Selo Soemaridjan:

"Alay adalah perilaku remaja Indonesia, yang membuat dirinya merasa keren, cantik, hebat diantara yang lain. Hal ini bertentangan dengan sifat Rakyat Indonesia yang sopan, santun, dan ramah. Faktor yang menyebabkan bisa melalui media TV (sinetron), dan musisi dengan dandanan seperti itu."


Ciri-ciri orang alay juga sudah banyak sekali dijelaskan di banyak forum, blog dan artikel-artikel di internet. tidak hanya tulisannya yang banyak, namun juga versinya. tetapi ada beberapa ciri-ciri yang "disepakati" bersama oleh kebanyakan orang, seperti :

1) Penggunaan huruf kapital, angka dan karakter yang tidak beraturan, misalnya tUl!s@N s3PerT! iN!. fenomena ini pertama kali saya lihat di friendster, biasanya dipakai di bulletin board atau untuk memberikan testimoni dan mulai menjalar ke pesan singkat.

2) Foto narsis yang dianggap berlebihan. berlebihan bagaimana? berlebihan seperti terlalu close-up, sangat banyak (bisa puluhan bahkan ratusan) atau juga dengan gaya yang (lagi-lagi) dicap sebagai gaya alay. yah, anda tahu sendiri lah.

3) Kosa kata yang (lagi-lagi) dianggap berlebihan, seperti:
- maaf --> maav, maaph, muphz
- aku --> Qu, aqyu, aqu, dll..
- lucu --> lutchuw,uchul (dibalik),luthu, dll..
- love --> luphz, luph
- dan masih banyak lagi

4) gaya rambut, pakaian, penampilan atau juga layout friendster/blog yang dianggap (maaf) norak.

5) afiliasi dengan band tertentu, biasanya dengan band yang menyanyikan lagu-lagu pop yang terkesan agak mendayu dan cengeng. lagi-lagi, saya tidak bermaksud mendiskreditkan pihak tertentu.

6) Kebiasaan sehari-hari, misalnya cowok yang kerjaannya cari masalah atau musuh, atau orang yang suka nongkrong-nongkrong ga jelas di mal atau jalanan, atau juga cewek yang setiap harinya hanya membicarakan cowok, cowok dan cowok. sekali lagi, saya hanya merangkum opini publik ya..

7) Sifatnya, seperti sok eksis di situs-situs jejaring sosial seperti facebook dkk, merasa paling tahu tentang musik (padahal hanya sedikit sekali), ikut-ikutan gaya emo padahal tidak tahu awal dan sejarahnya, dan sebagainya.

dan masih banyak ciri-ciri lainnya. ingat, itu opini publik ya.
yaudah, sekian opini publiknya. yang ini analisis dan opini saya. mohon koreksinya.

bagaimana munculnya fenomena alay ini? setiap manusia punya taste atau kesukaan akan hal tertentu yang berbeda. kalau ditinjau dari ciri yang pertama (huruf besar kecil dsb), sebelum 2006 *kalo ga salah ya* hal itu dianggap sebagai tulisan yang gaul dan dianggap imut. fenomena huruf besar-kecil-karakter-angka itu cukup booming bersamaan dengan kuatnya pengaruh friendster saat itu. maka, berbondong-bondong lah para ABG dan remaja (yang konon katanya sedang mencari jati diri) mengikuti style saat itu. yah, namanya remaja itu (kebanyakan) suka mengikuti apa yang sedang booming. dan juga, beberapa ciri di atas juga mulai booming (seperti foto narsis) saat tahun-tahun itu, sebut saja tren-pra-2006.

permasalahannya ada saja kelompok remaja yang suka mengucilkan lainnya yang tidak satu taste dengan mereka. mereka pun seringkali menjadi merasa kelompok yang paling gaul dan paling eksis. bagaimana akibatnya? beberapa remaja yang tidak ikut tren pra-2006 (kita sebut kontra-tren) tersebut merasa risih dengan sikap beberapa remaja pengikut-tren-pra-2006 yang bersikap sok eksis dan mengucilkan lainnya (sebut saja remaja pengikut-tren-gaul). remaja kontra-tren ini jumlahnya juga cukup banyak. sedang di sisi lain, ada juga remaja yang baru jadi remaja mengikuti tren pra-2006 karena merasa terkucilkan jika tidak ikut tren atau juga karena hanya tren itu yang ada di lingkungannya (namun belum tentu sok eksis), sebut saja remaja pengikut-tren-newbie.

menurut analisis saya, kronologinya kira-kira seperti berikut.

- kontra-tren kesal dengan pengikut-tren-gaul

- trend beberapa daerah (terutama kota) mulai berpihak kepada kontra-tren (atau mungkin tercipta oleh kontra-tren? tak tau lah), sedangkan beberapa daerah (non-kota, meski tidak menutup kemungkinan tren di kota juga) masih ada yang tetap mengikuti tren-pra-2006 itu

- beberapa kontra-tren mulai menuding pengikut-tren-gaul dan pengikut-tren-newbie sebagai kampungan (alay), lantaran sikap pengikut-tren-gaul yang menyebalkan mereka

- akibatnya? muncullah fenomena alay.

dan sekarang, 2009-2010, mulai muncul juga para pendukung "alay" ini, baik orang-orang yang tergolong "alay" menurut opini publik ataupun yang tidak. mereka muncul karena mereka merasa orang-orang yang mengikuti style "alay" tersebut juga punya hak untuk memilih style mereka... lagi-lagi, karena banyak orang ber-style (maaf) alay terkucilkan.

jadi, apa masalah utamanya? kucil-mengucilken itu dia yang jadi masalah.

jujur, saya juga seringkali merasa risih jika ada orang yang chat atau ngasih comment atau pun sms dengan "bahasa alay" (meskipun saya dulu sempat memakai sedikit kosa-kata "alay", tapi bukan huruf-besar-kecil-angka-karakter), atau juga yang foto-fotonya terlalu "narsis" dalam ukuran saya, ataupun yaah, memenuhi kriteria diatas. namun, saya pikir-pikir lagi, itu kan terserah mereka bukan? toh, yang penting itu bukan saya, hehehehe :D. jadi, mengapa perlu saya mendiskreditkan seseorang sebagai alay? walaupun terkadang saya juga masih menggunakan istilah tersebut karena belum ada kosa-kata yang bisa menggantikannya, namun saya berusaha untuk sedikit ber-"masa bodo" dengan gaya orang. ya sudah lah, itu hidup mereka, bukan saya. Tuhan saja tidak pernah memaksa orang untuk berbuat baik, yang ada diberikan pilihan dan ganjaran, masa saya bisa lebih hebat daripada Tuhan?

namun yang paling membuat saya kesal adalah orang yang sok dan sombong, baik alay ataupun tidak. apa lagi kalau udah sombong material, ihh amit-amit naudzubillah! pengen gw bejek-bejek! >:(

N.B:
- tetap saja, sebagai manusia biasa, saya berdoa semoga jumlah alay terus berkurang :D
- alay itu nama tukang ojek di smp saya. sumpah, nama dia (ato setidaknya nicknamenya) bang alay!

8 komentar

alia pewe said...
January 2, 2010 at 10:15 PM

wah, semangat banget mengetahui sejarah beredarnya alay :D
gw merasa emg sebenernya fenomena ini terjadi kok di setiap generasi
malah gw merasakan jaman 2006 yg lo bilang itu
banyak temen2 gw yg emg lagi suka2nya make huruf besar kecil pake angka dll
cuma mungkin karena kami2 ini udah mulai dewasa, meninggalkan itu semua, jadinya merasa risih dengan ke-alay-an yg muncul saat ini :P

yang gw rasakan sekarang2 ini sih biasanya para alay dijadikan (maaf) bahan lelucon saja di antara teman2 gw
jadi yah, buat para alay, semangat aja deh ya..

ps: tapi gw ga suka loh band2 indo sekarang didominasi musik2 aneh kek bgitu x(

elyas said...
January 3, 2010 at 5:44 PM

numpang baca baca yaaa..salam

Anime7 Graphic said...
January 3, 2010 at 11:50 PM

Antik kawan artikel mu, aku sampe ketawa ketawa.
Nice...

Baru mampir lagi nih, Happy New Year fol all Blogger arround the World.

mas awe said...
February 8, 2010 at 9:58 PM

This comment has been removed by the author.
mas awe said...
February 8, 2010 at 10:08 PM

Saya anak FISIP, mahasiswanya pak Koentjaraningrat sama Selo Soemardjan. beliau bukannya udah meninggal tahun 1999 & 2003??
btw mantap nih.. ada yg coba liat fenomena alay dari sudut pandang ilmiah..

Darin said...
February 13, 2010 at 12:28 PM

Mungkin yang dimaksud sekarang tu 'lebay' ya? Haduuuh banyak banget berkeliaran! Apalagi dgn adanya jejaring sosial macam facebook, wuih makin menjadi-jadi dah. Menurut saya ini karena faktor pendidikan ortu. Contoh negri Jepang yg rata-rata muda mudinya sama sekali benci mengekspos diri, namun prestasi jempolan.

siddiqbasid said...
March 4, 2010 at 11:46 AM

saya alay gak ya?

fizi said...
March 20, 2010 at 5:15 PM

@alia: iya... band2 sekarang agak gimana gitu.... :(
@elyas : salam juga... :D
@anime: happy new year juga (sori baru bales sekarang...)
@mas awe: sebenernya juga saya kurang yakin dengan validitas kutipan tersebut... hehehehehe...
@darin: iya, sekarang facebook juga sudah "terkontaminasi"
@siddiqbasid: yang penting anda jadi diri anda sendiri saja laah....

Post a Comment

Identity Description

Google/Blogger : untuk yang punya account Google/Blogger

OpenID : untuk yang punya account OpenID, LiveJournal, TypePad, WordPress atau AIM

Name/URL : Buat yang ga punya blog, atau ga punya account-account diatas, atau yang males login

Anonymous : tidak menampilkan nama (tidak disarankan)